Saturday, January 10, 2009

The Oxford Murder


Sebenarnya film The Oxford Murder ini standar aja siy, bercerita tentang kasus pembunuhan berantai yang terjadi di lingkungan kampus Oxford yang terkenal itu. Tapi mungkin misteri yang dihadirkan oleh sang sutradara dan penghadiran korelasi antara seni membunuh dengan ilmu matematika serta perjuangan sang tokoh utama mencari petunjuk-petunjuk yang mengarah kepada pelaku pembunuhan itu sangat menarik buat gw (yah paling engga, itu yang sempat gw rasakan di tengah-tengah menonton) dan membuat gw menuliskan kesan gw tentang film itu di blog gw ini. Kenapa menarik? karena disini seolah sang tokoh utama (Eljah Wood, seorang mahasiswa yang berasal dari Amerika Serikat dan John Hurt, seorang profesor ilmu matematika Universitas Oxford) berperan sebagai pasangan detektif yang berusaha keras memecahkan misteri pembunuhan tersebut. Mereka bersikeras kalau pembunuhan yang terjadi itu mempunyai kaitan erat dengan ilmu matematika, ilmu yang menjadi spesialisasi kedua tokoh utama tersebut.

Disini mungkin gw akan lebih menceritakan kesan yang gw dapat setelah menonton film ini dibanding dengan jalan cerita dari film itu sendiri. Kurang lebih selama sekitar 25 menit pertama, gw sangat tertarik (dan amaze juga siy..) dengan alur film ini, banyak teori mengenai ilmu matematika yang dihadirkan disitu, yang membuat gw juga kewalahan buat ngikutin jalan pikiran kedua tokoh utama itu. Tapi hal ini mungkin yang malah makin membangkitkan rasa penasaran gw yang udah mulai terbentuk sejak dimulainya film ini. Sampai di pertengahan film ini, kita sudah tidak terlalu dipusingkan dengan teori-teori seperti diawal film, karena alur film sudah terbentuk sebagai sebuah film misteri pembunuhan dimana pembunuhnya memakai metode ilmu matematika untuk mempermainkan kedua tokoh utama tersebut. Sampai sejauh ini, film ini masih bisa disejajarkan dengan film misteri lainnya (seperti "Seven", salah satu film misteri terbaik menurut gw).

Menjelang bagian akhir film ini, mungkin pendapat gw banyak berlawanan dengan orang lain yang juga telah menonton film ini. Buat gw, bagian ini adalah bagian yang membuat film ini menjadi biasa aja buat gw, yang membuat film ini menjadi tidak terlalu spesial. Memang, film ini mempunyai sebuah 'twist ending', sebuah ending yang tidak tertebak (yang akhir-akhir ini seperti menjadi sebuah syarat agar film-film misteri dan sejenisnya bisa laku di pasaran), tapi buat gw akhir dari film ini masih kurang. Bukan bermaksud sok tahu, tapi gw melihat kayanya sang sutradara seperti kehabisan ide dengan semua teka-teki yang dia hadirkan sendiri di tengah-tengah film. Menurut pendapat gw, film ini bisa menjadi sebuah film yang sangat bagus, tapi ya itu tadi, bagian akhir dari cerita ini seperti mengubur semua kesan bagus yang gw dapet sampai di tengah-tengah film.

Sebenarnya, gw juga ga tau secara detail apa siy yang kurang dari film ini. Mungkin akting dari para pemainnya juga biasa aja (kecuali mungkin Elijah Wood), tapi dengan hadirnya berbagai macam teka-teki dari awal sampai di bagian tengah film, gw merasa kalau sang sutradara harusnya bisa membuat ending yang jauh lebih berbobot, jauh lebih menarik dengan menghadirkan kembali hubungan antara teori-teori matematika yang disampaikan diawal film ini dengan misteri pembunuhan berantai itu sehingga bisa menghadirkan ending yang lebih kompleks lagi (hehehehe sekali lagi, gw mungkin agak sok tahu nih).

Kesimpulannya, secara overall film ini "B" aja, dalam artian biasa aja, ga harus nonton di bioskop, di DVD bajakan kayanya ga rugi juga kok, hehehehe. Tapi tetap, menurut gw film ini layak ditonton, apalagi buat semua pencinta kisah-kisah detektif, novel misteri seperti karangan Agatha Christie, karena memang sudah jarang film bertipe seperti ini akhir-akhir ini. Semoga aja tulisan ini bisa menggugah yang lain untuk mulai nonton film ini dan bisa ngasih saran ke gw, film lainnya yang mungkin mempunyai jenis atau alur cerita yang mirip dengan film The Oxford Murder ini.

No comments: