Saturday, January 10, 2009

DILEMA

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, dilema itu mempunyai dua arti; (i) situasi sulit yg mengharuskan orang menentukan pilihan antara dua kemungkinan yg sama-sama tidak menyenangkan atau tidak menguntungkan; (ii) situasi yg sulit dan membingungkan.

Ya, menurut gw sendiri, dilema itu adalah suatu perasaan yang bner2 susah buat dihadapin, karena umumnya situasi ini membuat kita berhadapan pada dua pilihan yang berakhir pada sebuah keputusan, yang entah akan membawa suatu ketenangan atau malah menghadirkan suatu penyesalan. Kalau seandainya gw disuruh milih, gw lebih milih untuk berada di dalam situasi dimana gw harus mengerjakan suatu pekerjaan yang melelahkan dibanding harus berada dalam dilema (tapi gw tetap lebih milih menghadapi dilema dibanding menghadapi situasi dimana gw harus berdiri sejauh 10 meter dari seekor kodok, hahahaha that's obvious !!!). Dan gw harus menghadapi kenyataan bahwa pada saat ini gw sedang menghadapi dilema.

Dilema itu sendiri sebenarnya bukanlah suatu hal yang menurut gw harus kita takuti. Dengan adanya dilema, itu berarti kita sedang dihadapkan pada dua pilihan atau lebih. Pilihan itu sendiri biasanya sering timbul setelah kita melakukan sesuatu, gw ga bisa menggambarkan sebuah korelasi yang jelas dengan timbulnya sebuah dilema tanpa sebelumnya melakukan sesuatu (correct me here please if i'm wrong, yah mungkin tidak semua kasusnya seperti itu siy). Dan buat gw, melakukan sesuatu itu (dalam konteks yang positif tentunya), entah akan berujung pada suatu keberhasilan atau kegagalan, jauh lebih baik dari pada tidak melakukan sesuatu. Terlibat dalam suatu hal (dalam konteks positif juga tentunya) jauh lebih baik pula dibanding diam dan tidak terlibat dalam suatu hal. Jadi, dilema kadang bisa merupakan sebuah hasil yang datang ke kita setelah kita melakukan sesuatu, yang akhirnya menempatkan kita pada dua pilihan.

Pilihan yang dihadapkan ke kita itu sendiri mungkin bukan lah sebuah pilihan yang saling bertolak belakang, bahkan kadang relatif mirip. Tapi sebagai manusia, kita selalu berharap bahwa dalam setiap kesempatan kita selalu bisa untuk memilih mana yang merupakan pilihan terbaik, yang mungkin hanya akan menghadirkan sedikit kerugian, baik untuk kita maupun orang lain. Yepp, meminimalisasi kerugian (untuk orang lain tepatnya) mungkin sebuah konsep pemikiran yang cukup berperan dalam hidup gw ketika gw sedang dihadapkan dalam sebuah pilihan. Gw kadang lebih condong untuk memilih sebuah pilihan yang lebih sedikit merugikan dan menyakiti orang lain dampaknya namun masih memberikan hasil positif untuk gw dibanding harus mengambil sebuah keputusan yang menghasilkan keuntungan yang jauh lebih menguntungkan tapi merugikan orang lain (gw ga bermaksud membohongi diri gw sendiri, tapi mungkin lebih tergantung dari situasi dan kondisinya juga ya, karena biar bagaimanapun kita tetap harus mementingkan kebutuhan kita sendiri).

Sebenarnya, dalam aspek kehidupan apa siy kita sering dihadapkan dalam suatu dilema? Buat gw, tentu saja dalam setiap aspek kehidupan sangat memungkinkan kita bertemu dengan sebuah dilema, tapi mungkin di gw pribadi, gw sering menghadapi dilema dalam sebuah hubungan pertemanan, hubungan akademik, hubungan dengan lawan jenis ("percintaan" mungkin maksud penulis disini, hahahaha paling up to date nih kayanya), dan mungkin nantinya dalam hubungan pekerjaan. Tapi aspek-aspek ini tetap tidak akan merubah satu hal, yaitu bahwa kita selalu dituntut untuk membuat pilihan terbaik. Sudah menjadi suatu hal yang sangat umum tentang cara menilai seseorang dengan melihat bagaimana cara dia menghadapi sebuah pilihan dan bagaimana cara dia mengambil keputusan itu. Hal ini sangat mencerminkan bagaimana pribadi sebuah individu. Kedewasaan juga bisa diukur dari aspek ini (mmhhmm, tapi kalau "cinta" ga tau deh bisa diukur apa engga, hahaha anyone?!).

Kemudian, bagaimana jika kita benar-benar sampai pada saat dimana kita harus membuat sebuah keputusan yang didasari oleh beberapa pilihan yang dilematis? Gw sendiri sebenarnya ga punya tips yang benar-benar manjur siy, karena kadang juga gw ga terlalu bijaksana dalam mengambil sebuah keputusan, hehehehe (apalagi kalo udah nyampur sama emosi). Tapi mungkin ada beberapa hal yang biasanya gw pegang teguh ketika gw sedang menghadapi dua pilihan atau lebih, yah kurang lebih selama gw terus berpegang kepada hal-hal ini, gw bisa meminimalisasi rasa penyesalan gw kalau nantinya ternyata keputusan atau pilihan yang gw ambil itu bukan yang paling baik.

Pertama, "analisa" semua kondisi dan situasi yang terjadi ketika elo lagi dihadapkan dalam pilihan-pilihan tersebut. Analisa disini maksudnya ga terlalu formal kok. Yah, pokoknya melihat semua kemungkinan, mulai dari apa saja yang telah kita lakukan hingga akhirnya datang pilihan-pilhan ini sampai kepada akibat dan efek yang mungkin timbul dari berbagai pilihan yang nantinya akan kita ambil. Disini, ketenangan sangat diperlukan. Kalau bisa siy jangan panik, hehehehe kalo bisa loh yaa, pokoknya tarik nafas yang dalam, atur nafas kita, just take your time then start to analyze.
Kedua, mintalah saran kepada orang disekitar kita, yang mungkin lebih mengenal kita, yang sangat kita percaya atau mungkin orang-orang yang lebih mengenal situasi yang sedang kita hadapi. Dengan bercerita dan meminta saran kepada orang lain, sangat memungkinkan kita untuk melihat masalah ini dari berbagai sudut pandang yang berbeda, yang malah mungkin awalnya ga kepikiran sama sekali oleh kita. Kalau gw siy, hmm rajin bner kayanya cerita sama keluarga, teman atau sahabat-sahabat gw, hehehe dan gw emang sadar, begitu gw merasa gw nyaman ngobrol dengan seseorang, maka pada saat itulah gw akan memulai untuk bercerita atau mungkin sekedar mendiskusikan sesuatu, dengan motif yang berbeda-beda tentunya, bisa karena gw emang merasa gw bisa mendapatkan suatu pandangan yg lebih baik ketika gw berdiskusi dengan orang itu, bisa karena gw emang lagi butuh orang untuk mendengarkan cerita/apa yang lagi gw rasain atau bisa juga karena semata-mata gw ingin menarik simpati dari orang itu (mostly, ini pasti lg ngbrl sama lawan jenis, hahaha karena gw tertarik sama dia pastinya laaah).
Ketiga, tetap berpegang kuat pada apapun keputusan yang telah elo ambil. Maksud berpegang teguh disini tuh jangan plin-plan. I really hate this kind of a guy (yang berarti, gw kadang juga benci bgt sama diri gw sendiri yang selalu plin-plan ketika berhadapan sama masalah KITA). Yaa, ini emang the hardest part, dalam artian kita harus punya prinsip dan ketegasan, setelah kita siap mengambil sebuah keputusan, pertahankan keputusan itu, karena itu yang terbaik menurut kita. Begitu kita mulai goyah terhadap apa yang kita ambil, ga akan ada hal baik yang akan kita terima kecuali penyesalan yang berlipat. Oleh karena itu, pikirkan lah matang-matang sebelum mengambil sebuah keputusan.
Keempat, dan mungkin yang terakhir, ingat lah pada sebuah kata-kata just do your best and let GOD do the rest. Ya, setelah kita selesai menganalisa situasi dan segala kemungkinannya, setelah kita berkonsultasi dan meminta saran orang lain, sangat penting untuk kemudian menyerahkannya kepada Yang Maha Kuasa. Biarkan lah Tuhan yang mengatur segalanya, apapun itu kita harus percaya bahwa semua terjadi karena memang sudah diatur sedemikian rupa, tidak ada suatu kebetulan karena pada dasarnya selalu ada maksud dibalik semua yang sudah Tuhan berikan kepada kita (obviously, this last point it's not meant to any atheis people, ahhaha i don't believe about atheis people anyway, everybody must believe in God).

Untuk semua yang gw tulis diatas, mungkin kurang pas untuk elo semua coba terapin klo elo sedang berada dalam situasi dimana elo harus membuat sebuah keputusan secara cepat, klo itu siy mungkin poin terakhir aja yang paling efektif, banyak-banyak berdoa aja, hehehehe. Yah mungkin itu aja yang bisa gw tulis dan tentunya tanpa bermaksud menggurui juga kok (tapi gpp lah klo emg terlihat seperti menggurui, hell yes...this is my own blog, if you didn't like mine, i don't really give a sh*t, just start your own blog then start to write something, huehehehhe).

2 comments:

Dimar said...

wahaha,, curhaaaaaattttt,,
ini lobster d balik kerikil, ndy! very obvioussss,, gyahhaha,,
the first step to getting the things you want out of life is this: decide what you want. and the more alternatives, the more difficult the choice! so, thank LORD you only have 2 alternatives!! ahahah,,
gak jg yaa,, hmmmm,,
the greatest mistake you can make in life is to be continually fearing you will make one. so don't ever scare to make decision even it's hard! :D
gud luck skripsinya, kndy sukendy!

Andy Pratomo said...

Yahh, emang segitu ketebaknya ya gw mar ?? hahhaha but good point u've got there, emang bner bgt tuh mar, kita emang harus memutuskan kita tuh mau jadi apa, apa aja yang mau kita bikin di dalam hidup kita, pilihannya banyak bgt kok, tinggal tergantung kita aja milih yang mana, yang mungkin paling pas buat kita.

Thanks buat komen dan do'a nya ya mar ..
sukses selalu juga buat elo mar ..